Dalam waktu dekat jokowi akan memberikan kejutan politik dengan menyajikan politik meja bundar

56
0
SHARE

betawipost.com – Jakarta, Pergeseran peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin tak berarah. Isu Koalisi dan manuver politik antar partai semakin tak beraturan, bahkan langkah politik yang dilakukan partai hanya sekedar pencitraan tanpa menyisakan kesepakatan dan visi misi yang jelas.
Melihat dinamika politik tersebut, Ketua Umum Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) menilai, konpirasi politik antar partai yang terjadi hari ini, hanyalah dagelan dan panggung teater dan sandiwara saja,” ucap budi mulyawan saat di temui di kediaman rumah nya,Selasa(3/10)2017.
“Hal ini menjadikan Jokowi lebih mudah menjembatani komunikasi antar-tokoh-tokoh politik, termasuk dua mantan presiden, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono pada saat peringatan HUT ke-72 Tahun RI, di Istana Negara.

“Jokowi tidak pernah memiliki dendam politik. Dan Jokowi tidak pernah memiliki musuh politik, karena pada dasarnya dia orang baru dan bukan orang yang ga ngerti politik,” ucap cepy.

rekonsiliasi antar-rezim pada era Jokowi sangat memungkinkan terjadi. Dulu, pertarungan antar-rezim seolah membelah bangsa seperti antara Orde Baru dan Orde Reformasi.

Pada era reformasi, terjadi pula perseteruan antara Gus Dur dan Megawati, Megawati dan SBY, yang menyebabkan proses rekonsiliasi sulit terlaksana.

“Pertanyaannya pada masa Jokowi kenapa lebih mudah proses rekonsiliasi terjadi? Karena Jokowi ini kan praktis tidak punya beban masa lalu, tidak punya beban sejarah untuk berkomunikasi dengan siapapun,” jelasnya.

Hal ini menguntungkan Jokowi karena komunikasi politiknya menjadi lebih luwes.
“Itu skor pertama. Ini keberhasilan Jokowi yang kita akui memiliki kemampuan komunikasi dan marketing luar biasa,” ujarnya.

“Tidak menutup kemungkinan jika dalam waktu dekat Presiden Jokowi akan memberikan kejutan politik dengan menyajikan ‘politik meja bundar’ dimana rival politiknya akan duduk bareng dan membuat kesepakatan dengan dasar alasan demi kepentingan bangsa di atas segalanya,” ucap cepy.

“Saya kira ini kan manajemen kekuasaan yang baik dari Presiden Jokowi. Jadi, politik tidak menajam, tetapi melembut. Ini kan bagaimana pintar-pintarnya Presiden dengan dukungan partisipasi banyak pihak,” ucap Cepy.

“Menanti pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dipandang sebuah sinyal untuk saling merapat dalam Pilpres 2019 mendatang
.Pasalnya sebagaimana UU Pemilu yang baru, untuk menyokong calon presiden di Pilpres harus memenuhi syarat 20 sampai 25% suara.tutup ny.sumber celgor


Warning: A non-numeric value encountered in /home/betawipo/public_html/wp-content/themes/Newsmag/includes/wp_booster/td_block.php on line 353

LEAVE A REPLY